Akibat Ramainya Penambangan Bitcoin, Gamer Hingga Pemburu Alien Kena Dampak

Bitcoin dan gamer

Mata uang kripto sampai kini masih jadi primadona, di mana masyarakat masih melihatnya sebagai investasi serta masih ‘ditambang.’ Masalahnya dalam penambangan mata uang kripto ini butuh GPU atau kartu grafis yang fantastis untuk melakukannya. Walhasil, banyak aspek lain kekurangan stok.

Melansir laporan BBC, selain gamer yang tentu butuh kartu grafis papan atas untuk memainkan game terbaru dan akhirnya kekurangan stok, para periset dari SETI atau Search For Extraterrestrial Intelligence yang merupakan gabungan ilmuwan ‘pemburu alien’ ternama di dunia juga kehabisan stok kartu grafis. Para ilmuwan ini ingin membangun fasilitas mereka di dua tempat, namun tidak satupun GPU yang bisa dibeli.

“Kami ingin menggunakan GPU terbaru, dan kami tak bisa mendapatkannya,” ungkap sang kepala ilmuwan dari SETI Dan Werthimer pada BBC.

Para penambang bitcoin sendiri butuh GPU papan atas untuk dimanfaatkan kekuatan pemrosesannya dalam pemecahan masalah matematika kompleks yang ada ketika menambang kripto. SETI sendiri butuh GPU yang juga berkinerja tinggi untuk memindai banyaknya frekuensi komunikasi dalam waktu yang cepat. Mereka tentu tak ingin kehilangan panggilan potensial dari ekstraterestrial.

SETI sendiri memiliki 100 GPU papan atas yang tersebar di fasilitas mereka di Green Bank negara bagian West Virginia, AS, serta Parkes, Australia.

AMD, Nvidia, serta Samsung jadi produsen prosesor yang terjun ke ranah mata uang kripto untuk memproduksi prosesor khusus untuk menambang mata uang kripto seperti bitcoin. Meski demikian, kekurangan stok GPU masih jadi masalah besar bagi banyak pihak.